Cegah Stunting Lewat Intervensi Berjenjang, Dinkes Kutim Perkuat Gizi Remaja Putri hingga Ibu Hamil
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Upaya menekan angka kasus kekerdilan anak atau stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini difokuskan pada langkah pencegahan dari hulu, jauh sebelum seorang perempuan memasuki masa kehamilan. Kelompok usia remaja putri menjadi salah satu sasaran utama melalui program pemberian tablet tambah darah guna mengantisipasi risiko anemia sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa pendekatan berjenjang lintas tahapan kehidupan ini mutlak diperlukan mengingat faktor pemicu stunting saling berkaitan erat. Kesiapan fisik dan status kesehatan seorang calon ibu, baik sebelum maupun selama mengandung, akan berdampak langsung terhadap tumbuh kembang janin yang dilahirkan.
Oleh sebab itu, langkah penanganan yang dijalankan pemerintah daerah tidak lagi sekadar bersifat kuratif atau mengobati anak yang sudah terindikasi mengalami gagal tumbuh. Saat memasuki fase kehamilan, para calon ibu akan diberikan asupan tambahan gizi sesuai kebutuhan medis. Perhatian tersebut berlanjut pascapersalinan melalui pemantauan berkala terhadap grafik pertumbuhan anak serta penyaluran makanan tambahan khusus bagi bayi dan balita sasaran.
Guna memastikan seluruh rangkaian intervensi mulai dari remaja putri, ibu hamil, hingga balita ini menjangkau masyarakat secara merata, Dinkes Kutim terus mengoptimalkan koordinasi bersama jaringan Puskesmas di masing-masing wilayah kecamatan.
Kendati demikian, Yuwana mengingatkan bahwa keberhasilan pengentasan stunting tidak dapat dibebankan pada satu instansi semata karena erat kaitannya dengan kelayakan sanitasi, kondisi lingkungan, tingkat pendidikan, asupan nutrisi, hingga pola asuh keluarga.
“Stunting bukan hanya tugas kesehatan atau DPPKB. Banyak sektor yang punya pengaruh,” ujarnya.(Adv)
- Penulis: Redaksi
