Libatkan Dokter Spesialis hingga Psikolog, Ini Strategi Kecamatan Sangatta Utara Tekan Angka Risiko Stunting
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Persoalan terhambatnya tumbuh kembang anak atau stunting di tengah masyarakat kerap kali dipicu oleh kekeliruan pola asuh di lingkungan keluarga, bukan semata-mata disebabkan oleh faktor penyakit medis. Berangkat dari kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kini menerapkan pendekatan terpadu melalui operasional Rumah Rehab Gizi (RRG) yang memadukan pemenuhan asupan nutrisi anak sekaligus edukasi intensif bagi para orang tua.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, mengungkapkan bahwa langkah intervensi terarah ini menyasar ratusan anak yang terdata membutuhkan perhatian khusus berdasarkan laporan berjenjang dari tingkat Posyandu, Puskesmas, pemerintah desa, hingga kecamatan. Dari total 542 anak yang tercatat masuk dalam kategori berisiko stunting, sebanyak 520 anak di antaranya telah ditangani melalui program intervensi kecamatan.
Di dalam fasilitas RRG tersebut, anak-anak yang menjadi peserta program memperoleh layanan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara rutin sebanyak tiga kali dalam sehari. Sembari kebutuhan gizi anak dipenuhi, para orang tua juga diwajibkan mengikuti pendampingan khusus guna memperluas pemahaman mereka mengenai tata cara pengasuhan serta pemenuhan kebutuhan dasar buah hati yang tepat.
“Intervensinya itu membentuk rumah rehab gizi. Rumah rehab gizi yang mana tujuannya anak-anak stunting itu kita bawa ke rumah rehab gizi untuk diberikan PMT tiga kali sehari dan juga memberikan edukasi kepada orang tuanya,” ujar Hasdiah saat diwawancarai di ruang kerjanya.
Guna memastikan penanganan berjalan secara komprehensif dan terukur, operasional RRG diterjunkan bersama tim ahli dari berbagai disiplin ilmu. Sejumlah tenaga berkompeten yang dilibatkan langsung dalam proses pendampingan ini meliputi dokter spesialis tumbuh kembang anak, dokter ahli gizi, psikolog, bidan terlatih, hingga petugas pendamping gizi dari pihak Puskesmas. Selain itu, keberlangsungan program ini turut disokong oleh sektor swasta melalui Program Bersatu yang diinisiasi oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama jajaran perusahaan mitra lainnya.
Seluruh layanan yang tersedia di Rumah Rehab Gizi, mulai dari asupan makanan bergizi, sesi konsultasi edukasi, hingga fasilitas penjemputan peserta sesuai mekanisme yang berlaku, diberikan sepenuhnya secara cuma-cuma alias gratis. Tak heran jika antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke dalam program ini terbilang sangat tinggi.
Kendati diminati banyak warga, Hasdiah menjelaskan bahwa daya tampung fasilitas RRG saat ini masih memiliki keterbatasan kuota, sehingga tidak semua pendaftar bisa langsung diakomodasi secara bersamaan. Di samping kapasitas ruang, seleksi peserta juga difokuskan secara ketat bagi kelompok usia emas, yakni anak yang berada pada rentang umur 0 hingga 24 bulan.(Adv)
- Penulis: Redaksi
