Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Daerah, UMKM Kutai Timur Didorong Bidik Peluang Pasar Internasional
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Keberhasilan produk olahan khas daerah, Amplang Batubara, menembus pasar internasional hingga ke wilayah Sarawak, Malaysia, menjadi bukti nyata bahwa komoditas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mampu bersaing di kancah mancanegara. Capaian ekspor yang turut didukung melalui program pendampingan klinik ekspor dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Sangatta ini sekaligus membuka jalan bagi produk lokal lainnya untuk memperluas jangkauan pemasaran ke luar negeri.
Kepala Dinas Koperasi dan UMK (Diskop UMK) Kutim, Marhadin, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berfokus membina wirausaha rintisan, tetapi juga memberi ruang ekspansi bagi pelaku usaha yang produknya telah matang dan memiliki daya saing pasar. Hingga kini, dukungan fasilitasi terhadap keberlanjutan pengiriman Amplang Batubara ke luar negeri masih terus dikawal oleh instansinya.
“Seperti sekarang kita punya yang sudah skala ekspor itu kan amplang batubara. Sudah tembus sampai di Sarawak. Dan kita lagi fasilitasi untuk proses-proses ekspornya,” ujar Marhadyn saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Marhadyn, pencapaian salah satu produk unggulan yang sedari awal memang dipersiapkan Pemkab Kutim untuk membidik pasar Malaysia tersebut patut dijadikan pemacu semangat bagi pelaku usaha lokal lainnya. Suatu produk yang memiliki keunikan serta karakter khas daerah diyakini dapat melangkah jauh melampaui batas konsumen lokal, asalkan pelaku usahanya jeli membaca perubahan selera pasar dan cermat menyesuaikan strategi bisnis.
Kendati peluang menuju pasar global semakin terbuka lebar, langkah ekspansi ke mancanegara tetap menuntut kesiapan menyeluruh dari para pengusaha. Selain menjaga standar mutu produk secara konsisten, tata kelola manajemen usaha yang rapi serta pemenuhan berbagai prosedur administrasi ekspor menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi.
Lebih jauh, meluasnya jangkauan perdagangan produk UMKM ini dinilai berkaitan erat dengan penguatan fondasi pertumbuhan ekonomi di Kutai Timur. Mengingat operasional sektor UMKM menyerap tenaga kerja dan melibatkan sumber daya manusia secara langsung, berkembangnya skala bisnis lokal otomatis akan memperbesar ruang partisipasi masyarakat, termasuk kalangan generasi muda, dalam roda produksi maupun perdagangan daerah secara berkelanjutan.(Adv)
- Penulis: Redaksi
