Verifikasi Masif, Kutim Berhasil Turunkan Angka Anak Tidak Sekolah Secara Signifikan
- account_circle Redaksi Pojokdigital.co.id
- calendar_month Sen, 10 Nov 2025

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kini tengah menjalankan proses validasi besar-besaran terhadap data Anak Tidak Sekolah (ATS) setelah laporan nasional menunjukkan angka yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data yang digunakan pemerintah benar-benar akurat dan dapat dijadikan dasar kebijakan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, menyatakan bahwa data awal dari pemerintah pusat tidak sepenuhnya mencerminkan situasi sebenarnya di daerah. Kutai Timur bahkan sempat tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah ATS tertinggi, namun temuan tersebut mulai terbantahkan ketika verifikasi langsung dilakukan.
“Banyak nama yang masuk dalam daftar ATS itu tidak ditemukan. Ada yang alamatnya tidak jelas, ada yang sudah sekolah, dan ada yang datanya tidak valid. Setelah dicek, jumlah riilnya turun drastis,” ungkap Mulyono.
Data yang sebelumnya mencapai puluhan ribu kini menyusut menjadi sekitar belasan ribu setelah proses pengecekan. Kutai Timur juga menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang berhasil menurunkan angka ATS secara signifikan melalui verifikasi lapangan yang dilakukan secara intensif.
Mulyono menjelaskan bahwa proses validasi melibatkan sekolah, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa untuk memastikan setiap data dapat dipertanggungjawabkan. Gerakan masif ini disebut sebagai langkah penting untuk menata kembali basis data pendidikan daerah.
Validasi masih berlangsung dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun. Setelah data final diperoleh, Disdikbud akan menindaklanjuti dengan berbagai program intervensi, seperti mengembalikan siswa ke sekolah formal maupun menyediakan pendidikan kesetaraan bagi mereka yang sudah putus sekolah.
“Data yang akurat menjadi pondasi utama dalam merumuskan kebijakan. Jika dasar datanya benar, langkah intervensi pasti lebih tepat sasaran. Kami pastikan proses ini selesai dan menjadi pijakan untuk perbaikan pendidikan di Kutai Timur,” tegas Mulyono.ADV
![]()
- Penulis: Redaksi Pojokdigital.co.id

