Kutim Perkuat Pendataan Anak Tidak Sekolah, Ribuan Data Telah Terverifikasi
- account_circle Redaksi Pojokdigital.co.id
- calendar_month Jum, 21 Nov 2025

Kutai Timur — Upaya memperbaiki akurasi data Anak Tidak Sekolah (ATS) terus digenjot Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur. Proses verifikasi dilakukan secara intensif untuk memastikan data yang bersumber dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yudiwa, menjelaskan bahwa data ATS bersifat sangat dinamis. Pergerakan penduduk, perpindahan sekolah, hingga perubahan dokumen kependudukan membuat data harus terus diperbarui. Karena itu, validasi wajib dilakukan melalui pengecekan langsung.
Hingga 14 November, Pusdatin mencatat 10.546 anak masuk kategori ATS. Dari jumlah tersebut, tim di daerah telah menelusuri 5.497 anak, dan 3.490 di antaranya terbukti sudah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Angka di sistem sering berbeda dengan kondisi di lapangan. Jadi tidak bisa hanya mengandalkan data mentah, harus dicocokkan langsung,” ujar Irma.
Menurutnya, ketidaksesuaian data disebabkan berbagai hal, mulai dari anak yang pindah tanpa memperbarui kartu keluarga, siswa yang bersekolah di luar Kutim, hingga santri di pondok pesantren yang tercatat di sistem EMIS dan tidak terdeteksi oleh Dapodik.
Untuk merapikan data, proses verifikasi dilakukan secara by address, melibatkan sekolah, kecamatan, desa, PKK, dan berbagai pihak lain. Pendekatan kolaboratif ini memastikan setiap anak terdata dengan benar sebelum pemerintah menentukan langkah intervensi berikutnya.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak yang luput dari layanan pendidikan hanya karena data tidak tepat,” tegas Irma.
Ia menyampaikan optimisme bahwa proses validasi dapat diselesaikan sesuai jadwal, sehingga penanganan ATS di Kutai Timur dapat dilakukan lebih akurat dan terarah.
“Setelah validasi rampung, fokus utama kami adalah mengembalikan mereka ke sekolah,” pungkasnya.ADV
![]()
- Penulis: Redaksi Pojokdigital.co.id

