Angka Stunting di Kutim Turun, Program Kolaborasi Dinilai Efektif
- account_circle Redaksi Pojokdigital.co.id
- calendar_month Sel, 18 Nov 2025

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat adanya penurunan angka stunting sebesar dua hingga tiga persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi, menyatakan bahwa tren penurunan ini menunjukkan efektivitas program penanganan stunting yang dilakukan secara kolaboratif antarinstansi dan masyarakat.
“Kerja sama semua pihak mulai dari dinas, lembaga, hingga masyarakat membawa hasil nyata. Angka stunting terus menurun meski belum sesuai target nasional,” ujarnya.
Data terbaru menunjukkan angka stunting di Kutim berada pada kisaran 20–26 persen. Meskipun masih di atas target nasional, capaian ini menjadi bukti adanya kemajuan positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Junaidi menjelaskan, keberhasilan ini tidak terlepas dari intervensi terarah melalui program Cap Jempol Stop Stunting yang menekankan pendekatan keluarga berisiko serta pendampingan langsung ke rumah-rumah warga.
Program ini melibatkan berbagai instansi, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, PDAM, hingga Baznas, sehingga setiap keluarga mendapatkan bantuan yang sesuai kebutuhan, baik dari sisi gizi, akses air bersih, maupun dukungan sosial.
“Kami terus lakukan pendampingan dan validasi data agar setiap keluarga mendapat penanganan sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Pemerintah Kutim berkomitmen mempertahankan tren penurunan stunting melalui kerja kolaboratif yang konsisten, peningkatan kualitas layanan gizi, serta penguatan edukasi masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan anak-anak Kutim dapat tumbuh sehat dan generasi masa depan Kabupaten Kutai Timur semakin kuat dan produktif.ADV
![]()
- Penulis: Redaksi Pojokdigital.co.id

