Disperindag Kutim Ubah Strategi Pembangunan Manufaktur Berbasis Riset dan RPIK
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran bantuan peralatan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) tengah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Langkah pembenahan ini diambil menyusul ditemukannya sejumlah bantuan mesin berteknologi tinggi pada masa lalu yang gagal beroperasi akibat ketidaksiapan infrastruktur pendukung di lapangan.
Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Achmad Dony Erviady, menyoroti pentingnya kesiapan teknis sebelum fasilitas produksi disalurkan kepada masyarakat.
“Saya tidak ingin mengulang kejadian sebelumnya. Banyak bantuan alat canggih diberikan kepada IKM, tetapi tidak bisa dioperasikan hanya karena daya listrik di lokasi tidak memadai. Akibatnya, peralatan berharga tersebut mangkrak dan tidak memberi dampak ekonomi,” tegas Dony saat ditemui di ruang kerjanya.
Agar persoalan serupa tidak kembali terulang, Disperindag Kutim kini mengubah pendekatan pembangunan sektor manufaktur daerah dengan mengedepankan riset dan kajian akademis yang matang. Sebelum sarana produksi dibangun atau bantuan dikucurkan, kesiapan rantai pasok, kapasitas daya, hingga kebutuhan riil di lapangan akan dipetakan secara terperinci.
Sebagai pijakan awal dari strategi baru tersebut, pihak Disperindag tengah memfokuskan penyelesaian dokumen Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK). Dony menargetkan pedoman pemetaan kawasan industri ini dapat segera dibawa ke rapat paripurna untuk kemudian disahkan menjadi Peraturan Bupati (Perbup).
Melalui perencanaan yang terukur dan berbasis kajian ilmiah ini, efisiensi anggaran daerah diharapkan dapat lebih terjamin. Dony memastikan bahwa setiap alokasi dana maupun fasilitas yang dipercayakan oleh Pemkab Kutim nantinya harus tepat sasaran, berdaya guna, serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi para pelaku IKM.(Adv)
- Penulis: Redaksi
