Warga Eks Transmigrasi Karangan dan Kaubun Antusias Usulkan Pelatihan Barista untuk UMKM Wisata
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Pola pemberdayaan masyarakat di wilayah transmigrasi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini mulai bergeser dan tidak lagi semata-mata terpaku pada sektor pertanian konvensional. Menyesuaikan pesatnya perkembangan potensi daerah, pemerintah daerah mulai mengarahkan penguatan kapasitas warga ke bidang jasa serta ekonomi kreatif, salah satunya melalui penyelenggaraan pelatihan meracik kopi atau barista.
Program pembekalan keterampilan yang dijadwalkan berlangsung tahun ini melalui sokongan dana mandatori penguatan sumber daya manusia (SDM) tersebut dirancang murni berdasarkan aspirasi dari tingkat tapak. Alih-alih ditentukan secara sepihak oleh pemerintah, pihak desa diberikan keleluasaan untuk mengusulkan jenis pelatihan yang paling relevan dengan karakteristik wilayah masing-masing.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Christina Mada, mengungkapkan bahwa tingginya minat terhadap keahlian barista ini muncul dari daerah-daerah yang tengah mengembangkan sektor kepariwisataan, seperti Kecamatan Kaliorang, Karangan, dan Kaubun.
“Dari Karangan dan Kaubun juga banyak masuk proposal. Di sana ada desa agrowisata. Banyak yang ingin belajar barista,” ujar Mada.
Tumbuhnya titik-titik destinasi wisata maupun agrowisata di kawasan tersebut dinilai mampu menciptakan efek berganda bagi perputaran ekonomi lokal, khususnya di sektor usaha kuliner. Oleh sebab itu, keahlian meracik minuman yang diperoleh peserta nantinya ditargetkan dapat langsung diaplikasikan untuk merintis maupun mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar area rekreasi.
Guna memastikan program ini berjalan tepat sasaran, proses penjaringan calon peserta sepenuhnya dikonsolidasikan bersama jajaran pemerintah desa setempat. Pihak desa akan menyeleksi dan menunjuk warga yang dinilai paling siap serta potensial untuk menyerap ilmu dari pelatihan tersebut, sehingga bekal keterampilan yang diberikan benar-benar mampu melahirkan pelaku usaha baru yang menopang ekosistem wisata daerah.(Adv)
- Penulis: Redaksi
