Siaga Darurat Karhutla di Sangatta Utara, Kelurahan Teluk Lingga Bekali Satgas dengan Mesin Alkon
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Masyarakat di Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), diminta menghentikan sementara aktivitas pembakaran sampah rumah tangga maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar. Langkah pencegahan ini ditekankan guna menghindari potensi meluasnya kobaran api yang dapat memicu bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan seluas 32,67 kilometer persegi tersebut.
Lurah Teluk Lingga, Ningsih Media S, memperingatkan bahwa percikan api sekecil apa pun memiliki risiko tinggi untuk merembet dengan cepat jika tidak dikendalikan sejak awal.
“Imbauan kami untuk masyarakat saat ini jangan dulu bakar sampah, walaupun cuma sampah kecil. Dari api kecil itu bisa membesar dan memicu kebakaran lahan yang lebih luas,” tegas Ningsih saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (23/09/2026).
Berdasarkan hasil pemetaan pihak kelurahan, terdapat sedikitnya tiga lokasi yang masuk dalam kategori zona rawan tinggi terhadap ancaman Karhutla, yakni kawasan RT 40, RT 53, serta RT 56. Untuk memperketat pengawasan di titik-titik krusial tersebut, edukasi dan penyuluhan pencegahan dini terus digencarkan secara berkala melalui sinergi lintas sektor bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara, TNI, dan Polri.
Di samping mengedepankan edukasi, kesiapsiagaan personel di lapangan turut diperkuat melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla atau Masyarakat Peduli Api (MPA). Tim tanggap darurat yang dikomandoi oleh Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) bersama Lurah selaku Ketua Pengguna Anggaran (PA) ini melibatkan langsung jajaran staf Trantib serta para Ketua RT dari wilayah-wilayah yang berisiko tinggi.
Guna memastikan respons cepat saat terjadi insiden kebakaran, tim MPA Teluk Lingga telah dibekali dengan berbagai peralatan tempur darurat yang siap digerakkan kapan saja. Fasilitas penunjang yang disiagakan meliputi mesin pompa pemadam jenis Alkon, kendaraan operasional roda tiga untuk mempercepat mobilitas, hingga tandon penampungan air mandiri berkapasitas 2.000 liter. Ketersediaan cadangan air ini dinilai sangat vital sebagai pasokan pemadaman tahap awal di lokasi kejadian sembari menunggu bantuan suplai air tambahan dari luar.(Adv)
- Penulis: Redaksi
