Sinergi Pemdes dan Dinkes Kutim Perkuat Kapasitas Kader di 311 Titik Posyandu
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Masyarakat di tingkat desa kini tidak perlu lagi selalu menempuh perjalanan jauh ke fasilitas medis utama hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tengah mentransformasi sekitar 311 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang tersebar di berbagai wilayah agar berfungsi lebih luas sebagai pusat pelayanan masyarakat yang terarah dan mudah dijangkau.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, menerangkan bahwa selain memperluas cakupan fungsinya bagi warga, keberadaan ratusan Posyandu tersebut tetap memegang peran vital dalam memantau tumbuh kembang bayi serta balita. Guna menunjang operasional di lapangan, instansinya secara rutin menyuplai kebutuhan obat-obatan, menerjunkan tenaga kesehatan, hingga melengkapi sarana antropometri yang berfungsi mengukur tinggi serta berat badan anak.
Agar piranti ukur tersebut menghasilkan data yang akurat, para petugas di lapangan juga telah dibekali pelatihan khusus terkait tata cara pengoperasian alat yang tepat.
“Kita juga sudah melakukan pelatihan kepada petugas supaya alat yang digunakan sesuai dengan prosedur dan hasil pengukurannya dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Yuwana.
Terkait distribusi fasilitas penunjang, Yuwana menjelaskan bahwa karakteristik dan kebutuhan layanan di setiap daerah tidaklah seragam. Oleh sebab itu, pengadaan peralatan medis selalu mengacu pada daftar usulan dari 21 Puskesmas yang ada di Kutai Timur, mengingat jajaran Puskesmas merupakan penghubung langsung yang paling memahami kondisi riil di wilayah binaan masing-masing.
Di samping kesiapan alat dan tenaga medis, keberlanjutan layanan kesehatan di tingkat tapak ini juga sangat bergantung pada keaktifan para kader serta sokongan lintas sektor. Dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia, para kader Posyandu mendapatkan pembinaan langsung melalui pemerintah desa setempat dengan menghadirkan jajaran Dinkes Kutim sebagai narasumber pendamping.(Adv)
- Penulis: Redaksi
