Siasati Minimnya Lahan Wisata, Pemdes Sangatta Utara Bidik Sektor Jasa dan Ekonomi Kreatif
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 14 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Sektor jasa, perdagangan, serta layanan publik berbasis ekonomi kreatif kini menjadi bidikan baru Pemerintah Desa (Pemdes) Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dalam memacu Pendapatan Asli Desa (PAD). Ekspansi ke lini bisnis alternatif tersebut dinilai paling adaptif dengan karakteristik wilayah setempat yang didominasi oleh kawasan permukiman padat penduduk.
Langkah strategis ini diambil lantaran pihak desa tidak memiliki ketersediaan ruang terbuka maupun lahan memadai yang bisa dikembangkan menjadi objek rekreasi. Akibatnya, masyarakat sekitar lebih sering menghabiskan waktu luang dengan mengunjungi fasilitas umum di luar desa, seperti kawasan Folder dan Bukit Pandang yang berlokasi di Kelurahan Teluk Lingga.
Kepala Desa Sangatta Utara, Mulyanti, mengungkapkan bahwa kondisi geografis tanpa destinasi rekreasi tersebut otomatis menutup peluang desanya dalam meraih pemasukan rutin dari sektor pariwisata.
“Minimnya objek wisata lokal membuat potensi perolehan PAD belum dapat tergarap secara maksimal. Ketiadaan lahan strategis yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata desa menyebabkan tidak adanya sumber pendapatan rutin dari retribusi tempat rekreasi,” ujar Mulyanti.
Guna menambal hilangnya potensi retribusi wisata itu, Mulyanti kini memfokuskan jajarannya untuk mengevaluasi tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sangatta Utara secara menyeluruh. Evaluasi ini tergolong mendesak, mengingat operasional unit-unit usaha yang bernaung di bawah BUMDes saat ini masih menghadapi berbagai kendala teknis sehingga belum mampu berkembang secara optimal.
Melalui perombakan manajemen dan eksplorasi peluang usaha baru yang sesuai dengan kontur wilayah padat penduduk, Pemdes Sangatta Utara menargetkan terciptanya unit bisnis desa yang mandiri dan memiliki daya saing tinggi. Kehadiran BUMDes yang sehat nantinya diharapkan mampu bertransformasi menjadi penopang utama roda perekonomian desa sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga lokal.(Adv)
- Penulis: Redaksi
