Sedimen Menumpuk di Jalan Yos Sudarso I hingga IV, Camat Sangatta Utara Dorong Normalisasi Drainase
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Pengalaman pahit saat bencana banjir besar menerjang wilayah Sangatta pada tahun 2022 silam menjadi pengingat penting bagi pemerintah setempat untuk membenahi tata kelola saluran air di kawasan perkotaan. Keberadaan jaringan drainase yang berfungsi optimal dinilai sangat krusial agar genangan air tidak bertahan terlalu lama ketika curah hujan sedang tinggi.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah, memandang bahwa pengerukan atau normalisasi saluran pembuangan air saat ini sudah sangat mendesak untuk segera direalisasikan. Kendati langkah tersebut belum tentu menghilangkan potensi banjir secara mutlak, lancarnya arus pembuangan setidaknya mampu mempercepat surutnya air yang menggenangi pemukiman maupun badan jalan.
“Kalau drainasenya dinormalisasi, kemungkinan banjir tetap ada, tetapi air tidak lama mengendap karena alirannya lancar,” jelasnya pada Selasa (13/10/2026).
Saat ini, salah satu pekerjaan rumah terbesar jajaran Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara terkait masalah saluran air berada di sepanjang poros Jalan Yos Sudarso I hingga Jalan Yos Sudarso IV. Di kawasan utama tersebut, arus air kerap terhambat dan berisiko memperparah genangan saat turun hujan deras lantaran banyaknya titik drainase yang mengalami penyumbatan.
Menurut pengamatan Hasdiah, tersumbatnya saluran di sepanjang koridor Jalan Yos Sudarso itu dipicu oleh tebalnya tumpukan endapan lumpur atau sedimen yang hingga kini belum pernah mendapatkan penanganan normalisasi.
Guna menuntaskan persoalan infrastruktur perkotaan tersebut, pihak pemerintah kecamatan telah menjalin komunikasi dan berkoordinasi langsung bersama instansi teknis yang memegang kewenangan, yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU). Realisasi pembersihan dan penataan kembali saluran drainase ini sangat diharapkan dapat segera dieksekusi di lapangan sebagai langkah nyata dalam menekan risiko banjir di wilayah Sangatta Utara.(Adv)
- Penulis: Redaksi
