Empat Kawasan Ekosistem Esensial Jadi Fokus Pengelolaan Lingkungan di Kutim
- account_circle Redaksi Pojokdigital.co.id
- calendar_month Sen, 17 Nov 2025

Kutai Timur – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki empat Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yang menjadi prioritas utama dalam pengelolaan lingkungan hidup. Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Adrian Wahyudi, menyebut keempat kawasan ini memiliki nilai ekologis tinggi dan memerlukan perlindungan serius agar fungsi ekologisnya tetap terjaga.
“Empat KEE itu meliputi Lahan Basah Masangat Suwi, Teluk Sangkulirang, Kars Sangkulirang–Mangkalihat, serta Wehea–Kelai,” ujar Adrian.
Ia menambahkan, dari keempat kawasan tersebut, hanya Lahan Basah Masangat Suwi yang sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Kutim, sementara tiga lainnya berada di bawah pengelolaan pemerintah provinsi dan pusat.
Menurut Adrian, Lahan Basah Masangat Suwi memiliki peran penting sebagai habitat alami buaya badas hitam dan berbagai spesies flora serta fauna yang dilindungi. Kawasan ini juga berfungsi sebagai pengatur hidrologi dan penyangga ekologis bagi wilayah sekitarnya, sehingga kelestariannya sangat strategis bagi keseimbangan lingkungan di Kutim.
Ia menekankan bahwa pengelolaan KEE tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian alam, tetapi juga mendukung program Keanekaragaman Hayati (KEHATI) nasional.
“Pengelolaan kawasan ini bagian dari komitmen kita untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” jelas Adrian.
Upaya pengawasan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar KEE terus dilakukan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan ekowisata dan pendidikan lingkungan. Dengan langkah ini, Kutim berharap dapat menjadi contoh pengelolaan ekosistem yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.ADV
![]()
- Penulis: Redaksi Pojokdigital.co.id

