Cap Jempol Stop Stunting Jadi Inovasi Kutim Tekan Kasus Gizi Buruk Anak
- account_circle Redaksi Pojokdigital.co.id
- calendar_month Kam, 13 Nov 2025

Kutai Timur – Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meluncurkan inovasi baru bertajuk Cap Jempol Stop Stunting. Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menjelaskan bahwa program ini merupakan gerakan kolaboratif lintas sektor dengan pendekatan langsung kepada keluarga berisiko.
“Cap Jempol bukan hanya kegiatan seremonial, tapi gerakan bersama untuk memastikan setiap keluarga mendapat pendampingan sesuai kebutuhannya,” ujar Junaidi.
Program ini dirancang untuk menyasar keluarga yang membutuhkan intervensi gizi, lingkungan, dan pelayanan kesehatan anak secara terpadu.
Junaidi menambahkan, gerakan ini melibatkan sejumlah instansi, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, PDAM, dan Baznas. Setiap lembaga memiliki peran spesifik, mulai dari penyediaan air bersih, edukasi gizi seimbang, hingga dukungan sosial bagi keluarga kurang mampu. Dengan kolaborasi ini, penanganan stunting diharapkan dapat lebih cepat, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat Kutim.
Menurutnya, peluncuran resmi program Cap Jempol Stop Stunting dijadwalkan pada akhir Oktober mendatang dengan dukungan penuh dari BKKBN Provinsi Kalimantan Timur serta lembaga pemerintah lainnya. Junaidi berharap gerakan ini dapat menjadi model penanganan stunting terpadu yang bisa direplikasi di kecamatan dan desa lain di Kutim.
Dengan inovasi ini, Pemkab Kutim menegaskan komitmennya dalam menciptakan generasi sehat dan cerdas, sekaligus memperkuat program pembangunan manusia berkualitas di wilayahnya.ADV
![]()
- Penulis: Redaksi Pojokdigital.co.id

