Kutim Susun Strategi Ekraf Baru, Tantangan Utama Justru di Meja Pendataan
- account_circle Redaksi Pojokdigital.co.id
- calendar_month Kam, 20 Nov 2025

Kutai Timur – Bukan soal program atau anggaran, tetapi data dasar justru menjadi batu sandungan terbesar dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Di balik rencana besar yang tengah disusun, Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim masih menunggu para pelaku kreatif mengisi formulir pendataan, syarat mutlak untuk memetakan arah sektor ini.
Kepala Bidang Ekraf Dispar Kutim, Ahmad Rifani, menjelaskan bahwa langkah pertama yang seharusnya paling mudah, justru menjadi yang paling lambat, yaitu keterlibatan pelaku dalam proses input data.
“Pendataan terus kita lakukan, hanya memang belum maksimal karena masih ada pelaku yang belum mengisi formulir. Padahal itu penting untuk menentukan arah pengembangan,” ujar Ahmad di ruang kerjanya.
Akibat respon yang belum optimal, proses pemetaan kebutuhan subsektor kreatif berjalan tertatih. Padahal pendataan inilah yang akan menentukan strategi prioritas pemerintah, termasuk pembagian dukungan teknis dan akses pengembangan usaha.
Meski begitu, ia dan timnya tidak berhenti. Sambil menunggu data terhimpun, Bidang Ekraf sudah mulai menyiapkan dokumen besar, yakni roadmap ekonomi kreatif Kutim yang digarap bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Dari analisis awal, subsektor kuliner dan kriya terlihat paling dominan dan diperkirakan menjadi fokus utama pengembangan beberapa tahun ke depan.
Di luar perencanaan makro, Bidang Ekraf juga menjalankan program teknis seperti fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku kreatif.
Langkah ini membuka akses keringanan biaya serta pendampingan langsung ke Kemenkumham agar pelaku lokal tidak kesulitan mengurus perlindungan karyanya.
Dirinya menegaskan bahwa seluruh upaya ini juga didasarkan pada payung hukum daerah yang mengatur pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Implementasinya selaras dengan program prioritas kepala daerah, termasuk dorongan untuk menghadirkan festival kreatif berskala nasional dan internasional.
Dengan roadmap yang hampir rampung dan pendataan yang terus dipercepat, Pemkab Kutim berharap ekosistem kreatif lokal nantinya tumbuh lebih terstruktur, bukan sekadar berdasarkan asumsi.
Apabila fondasi data dapat dipenuhi, sektor kreatif Kutim diprediksi punya ruang tumbuh yang jauh lebih luas dan terarah dalam beberapa tahun ke depan. (TS)
![]()
- Penulis: Redaksi Pojokdigital.co.id

