Hadapi Perubahan Perilaku Konsumen, Pelaku UMKM di Kutim Didorong Terbuka pada Konsep Bisnis Baru
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Dinamika pergeseran konsep bisnis kedai kopi, yang bermula dari sekadar warung sederhana menggunakan teko, beralih ke gaya kafe modern kalangan anak muda, hingga kini kembali memunculkan tren bernuansa klasik atau retro, menjadi cerminan nyata betapa cepatnya selera pasar berubah. Fenomena di sektor kuliner tersebut dinilai sebagai pelajaran berharga bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) agar senantiasa peka membaca arah minat konsumen.
Kepala Dinas Koperasi dan UMK (Diskop UMK) Kutim, Marhadyn, saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa kejelian dalam mengamati perubahan perilaku masyarakat merupakan kunci utama untuk menemukan celah bisnis baru. Para wirausaha lokal diharapkan tidak hanya terpaku pada pola lama yang sudah berjalan, melainkan harus berani mengevaluasi kesesuaian produk, mutu layanan, hingga konsep usaha mereka dengan tuntutan zaman.
“Yang paling penting adalah kita harapkan pengusaha UMKM kita ini betul-betul bisa menangkap potensi ataupun peluang daripada perkembangan zaman,” ujar Marhadin.
Menurut Marhadyn, perputaran tren di tengah masyarakat tidak pernah berhenti pada satu titik. Kembalinya minat para penikmat kopi terhadap suasana retro yang menonjolkan karakter tempo dulu membuktikan bahwa preferensi pasar sangatlah dinamis. Oleh sebab itu, keterbukaan terhadap ide-ide segar dan kemauan untuk beradaptasi menjadi modal krusial agar sebuah unit usaha tidak tertinggal oleh perubahan pola konsumsi warga.
Kendati demikian, kepekaan dalam menangkap peluang pasar tersebut tidak boleh berdiri sendiri tanpa dibarengi tata kelola bisnis yang matang. Marhadyn mengingatkan bahwa setiap inovasi maupun penyesuaian konsep yang dilakukan harus ditopang oleh manajemen usaha yang sehat, sehingga langkah mengikuti tren benar-benar berdampak positif bagi keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
Apabila kemampuan membaca potensi pasar berhasil dipadukan dengan pengelolaan manajerial yang baik, pihak Diskop UMK Kutim meyakini para pelaku usaha lokal akan selalu memiliki daya tahan untuk bangkit dan berkembang. Melalui daya adaptasi yang tinggi terhadap dinamika lingkungan sekitar, ekosistem UMKM di Kutai Timur diharapkan mampu terus tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memperluas pangsa pasarnya.(Adv)
- Penulis: Redaksi
