Berita Terkini:
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kominfo Kutai Timur » Pantau 103 Pekerja Asing di Satu Perusahaan, Disnakertrans Kutim Tegaskan Komitmen Pemberdayaan SDM Lokal

Pantau 103 Pekerja Asing di Satu Perusahaan, Disnakertrans Kutim Tegaskan Komitmen Pemberdayaan SDM Lokal

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SANGATTA – Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi ketenagakerjaan kini menjadi atensi serius Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Guna mencegah hilangnya hak penerimaan daerah, Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Disnakertrans) Kutim memperketat pengawasan terhadap kesesuaian data administrasi lokasi kerja Tenaga Kerja Asing (TKA) yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kepala Disnakertrans Kutim, Sulisman, mengungkapkan bahwa ketidakakuratan laporan domisili kerja dari pihak perusahaan dapat merugikan kas daerah secara langsung. Persoalan kerap muncul apabila pekerja asing yang secara fisik beraktivitas di area Kutim justru dilaporkan memiliki wilayah kerja lintas daerah dalam dokumen perusahaan.

“Bukan mereka kerja di Kutim, kemudian laporannya mereka kerjanya di beberapa tempat. Nah, di situ kan kita tidak mendapatkan PAD kalau mereka membuat laporannya seperti itu,” ujar Sulisman saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Demi memastikan laporan korporasi sejalan dengan fakta di lapangan, jajaran Disnakertrans terus menggencarkan pemantauan rutin. Bahkan, pihak dinas tidak menutup kemungkinan untuk menggelar inspeksi mendadak (sidak) sewaktu-waktu ke area operasional perusahaan guna memverifikasi keberadaan serta aktivitas riil para pekerja ekspatriat tersebut.

Sejauh ini, proses pemantauan telah menyasar salah satu korporasi besar di Kutim yang tercatat mempekerjakan sekitar 103 orang TKA. Kendati jumlah pekerja asing di perusahaan tersebut tergolong banyak, Sulisman memastikan bahwa komposisi karyawan di lokasi itu tetap didominasi oleh tenaga kerja lokal.

Di samping mengamankan potensi pendapatan daerah, langkah pengawasan ini memang dirancang berjalan beriringan dengan perlindungan hak serta pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal. Pemerintah daerah ingin memastikan kehadiran pekerja asing tetap terkendali tanpa menggerus peluang kerja bagi masyarakat Kutim.

Terkait mekanisme kontribusi finansial dari keberadaan TKA, Sulisman menjelaskan bahwa dana yang terkumpul tidak dikelola secara langsung oleh instansinya. Seluruh penerimaan tersebut disetorkan terlebih dahulu ke Kas Daerah (Kasda) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Dana yang telah masuk ke kas daerah itu nantinya dapat dialokasikan kembali untuk membiayai berbagai program pembangunan sesuai mekanisme anggaran, termasuk mendukung penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja lokal.(Adv)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMKM Kutim Tertinggal, Ubaldus: Perlu Dukungan Modal dan Pelatihan

    UMKM Kutim Tertinggal, Ubaldus: Perlu Dukungan Modal dan Pelatihan

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 523
    • 0Komentar

    SANGATTA, ETENAI.COM – Kabupaten Kutai Timur (Kutim), salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, memiliki potensi besar untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, hingga saat ini, UMKM di wilayah tersebut masih tertinggal dibandingkan dengan daerah lain seperti Yogyakarta dan Bali. Anggota DPRD Kutim, Ubaldus Badu menyoroti beberapa kendala yang dihadapi dan mengusulkan […]

  • Mendorong Kualitas Pendidikan di Kutai Timur, Leni Sebut Tantangan Guru Tambahan Menjadi Fokus Utama

    Mendorong Kualitas Pendidikan di Kutai Timur, Leni Sebut Tantangan Guru Tambahan Menjadi Fokus Utama

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 533
    • 0Komentar

    SANGATTA, POJOKDIGITAL.COM – Kutai Timur, sebuah kabupaten di Kalimantan Timur, saat ini menghadapi tantangan signifikan dalam memenuhi kebutuhan akan guru tambahan di sekolah-sekolahnya. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah ini, Anggota DPRD Kutai Timur, Leni Angriani, memimpin diskusi mendalam dengan berbagai pihak terkait. “Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melihat peningkatan permintaan akan […]

  • DP3A Kutim Luruskan Pemahaman PUG: Bukan Program Perempuan, Tapi Pembangunan untuk Semua

    DP3A Kutim Luruskan Pemahaman PUG: Bukan Program Perempuan, Tapi Pembangunan untuk Semua

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Pojokdigital.co.id
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Kutai Timur — Kesalahpahaman terkait konsep Pengarusutamaan Gender (PUG) masih ditemukan di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Kutai Timur. Tidak sedikit yang menilai PUG sebagai program yang hanya berfokus pada pemberdayaan perempuan, sehingga implementasinya belum berjalan optimal. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, Idham Cholid, menegaskan bahwa PUG merupakan pendekatan pembangunan […]

  • Tantangan Ketersediaan Guru Tambahan di Kutai Timur, Leni: Solusi Jangka Pendek Diperlukan

    Tantangan Ketersediaan Guru Tambahan di Kutai Timur, Leni: Solusi Jangka Pendek Diperlukan

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 569
    • 0Komentar

    SANGATTA, POJOKDIGITAL.COM – Anggota DPRD Kutai Timur, Leni Angriani menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan guru tambahan di daerahnya. Dalam sebuah pertemuan dengan komunitas pendidikan dan Dinas Pendidikan setempat, Leni Angriani menggarisbawahi perlunya solusi cepat dalam mengatasi masalah ini. “Dalam beberapa tahun terakhir, kita menghadapi masalah kritis terkait ketersediaan guru tambahan di beberapa sekolah di Kutai […]

  • Pastikan Pembinaan UMKM Tetap Berjalan Saat Anggaran Turun, Marhadyn Optimalkan Peran Mitra Perbankan

    Pastikan Pembinaan UMKM Tetap Berjalan Saat Anggaran Turun, Marhadyn Optimalkan Peran Mitra Perbankan

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 6
    • 0Komentar

    SANGATTA – Keterlibatan langsung sektor perbankan serta pemanfaatan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan kini menjadi tumpuan baru dalam menggerakkan roda pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Skema kemitraan lintas sektor tersebut sengaja ditempuh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Diskop UMK) […]

  • Abdi Firdaus Tetap Berjuang untuk Masyarakat Kutim Meski Tak Terpilih Lagi

    Abdi Firdaus Tetap Berjuang untuk Masyarakat Kutim Meski Tak Terpilih Lagi

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 635
    • 0Komentar

    SANGATTA, POJOKDIGITAL.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Abdi Firdaus terus menunjukkan semangatnya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat meski tidak terpilih lagi dalam pemilihan anggota dewan periode 2024-2029. Dalam pernyataannya, Abdi Firdaus menyoroti isu penting terkait tenaga kerja di daerah pemilihannya, Dapil II yang meliputi Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Bengalon, hingga Kecamatan […]

expand_less