Gandeng Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir, Diskop UMK Kutim Jajaki Ekspansi Pabrik CPO bagi Koperasi Kuat
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Keberhasilan sejumlah Koperasi Unit Desa (KUD) di wilayah Sumatera dalam mendirikan serta mengoperasikan pabrik Crude Palm Oil (CPO) berkapasitas produksi hingga 40 ton per jam kini menjadi inspirasi baru bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Berkaca pada kesuksesan tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Diskop UMK) Kutim mulai menjajaki langkah hilirisasi serupa guna mendongkrak nilai tambah ekonomi dari komoditas perkebunan kelapa sawit rakyat di daerah.
Kepala Diskop UMK Kutim, Marhadin, saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa rencana strategis untuk membawa koperasi masuk ke rantai pengolahan hasil kebun ini telah dibicarakan langsung bersama jajaran pimpinan daerah. Sebagai langkah awal, pemerintah daerah membidik satu hingga dua koperasi yang dinilai paling mapan untuk dijadikan proyek percontohan.
“Saya sudah komunikasi dengan Pak Wakil Bupati supaya kami akan mendorong satu-dua koperasi yang sudah sangat kuat secara keanggotaan dan pengelolaannya untuk bagaimana kita dorong untuk memiliki pabrik CPO,” tuturnya.
Lebih jauh, Marhadyn menggarisbawahi bahwa sasaran dari program hilirisasi ini memiliki perbedaan mendasar dengan koperasi plasma yang terafiliasi dengan korporasi. Model yang diadopsi dari Sumatera tersebut murni menyasar koperasi sawit mandiri, yakni wadah yang beranggotakan para petani pengelola kebun swadaya tanpa ketergantungan kerja sama dengan pihak perusahaan perkebunan.
Mengingat ekspansi usaha menuju pembangunan fasilitas pengolahan CPO membutuhkan investasi padat modal yang tidak sedikit, proses seleksi terhadap koperasi sasaran dipastikan berlangsung ketat dan tidak disamaratakan. Pihak Diskop UMK Kutim akan mengevaluasi secara terukur fondasi kelembagaan, kapasitas manajerial, hingga kekuatan basis jumlah anggota masing-masing koperasi agar langkah investasi besar tersebut memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.
Guna menopang kebutuhan finansial bagi koperasi yang dinyatakan siap melakukan ekspansi, peluang akses permodalan juga tengah dijajaki bersama Lembaga Penjamin Dana Bergulir Koperasi. Lembaga pembiayaan tersebut dinilai siap memfasilitasi koperasi yang memenuhi kualifikasi untuk melebarkan sayap bisnisnya dengan skema suku bunga yang kompetitif.
Apabila fasilitas pengolahan tingkat koperasi ini berhasil diwujudkan di Kutai Timur yang memiliki potensi perkebunan sawit melimpah, maka peran koperasi tidak lagi sebatas menampung hasil panen tandan buah segar semata. Para petani sawit swadaya diharapkan dapat menikmati perputaran manfaat ekonomi yang jauh lebih besar dengan terlibat langsung sebagai pelaku utama dalam industri hilirisasi kelapa sawit.(Adv)
- Penulis: Redaksi
