Antisipasi Dampak Buruk Pencemaran Udara di Sangatta, Dinkes Kutim Keluarkan Empat Poin Imbauan Medis
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Kualitas udara di wilayah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengalami penurunan drastis hingga menyentuh level Very Unhealthy atau sangat tidak sehat pada Kamis (17/9/2026). Berdasarkan pantauan dari The Weather Channel, angka Air Quality Index (AQI) atau Indeks Kualitas Udara di kawasan tersebut telah menembus level 209, melonjak cukup signifikan dibandingkan catatan pemantauan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim pada Rabu (16/9/2026) pukul 19.05 WITA yang masih berada di angka 165.
Merespons tingginya tingkat pencemaran udara ini, Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengingatkan bahwa kondisi lingkungan saat ini berpotensi memicu masalah kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ancaman paling serius terutama mengintai kelompok rentan yang meliputi ibu hamil, kalangan lanjut usia (lansia), anak-anak, serta warga yang memiliki riwayat gangguan saluran pernapasan maupun penyakit kardiovaskular.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan indeks kualitas udara kita berada di angka 165 atau kategori tidak sehat. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi seluruh penduduk, khususnya kelompok sensitif,” kata dr. Yuwana, Kamis (17/9/2026).
Guna menekan risiko paparan polutan, pihak Dinkes Kutim mengeluarkan sejumlah panduan perlindungan medis bagi warga. Masyarakat sangat disarankan untuk menunda berbagai agenda di luar rumah yang tidak bersifat mendesak serta memindahkan kegiatan ke dalam ruangan yang memiliki sistem sirkulasi udara memadai. Apabila terpaksa harus keluar rumah, warga dianjurkan mengenakan pelindung pernapasan yang mampu menyaring partikulat, seperti masker bedah maupun masker tipe N95.
Di samping langkah pencegahan dari luar, ketahanan fisik juga wajib dijaga dengan mengonsumsi asupan makanan bergizi seimbang serta memperbanyak minum air putih. Warga yang mulai merasakan keluhan medis seperti iritasi pada mata, batuk, nyeri di bagian dada, hingga sesak napas diminta tidak menunda waktu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.
Sebagai langkah tanggap darurat di lapangan, jajaran Dinkes Kutim kini tengah menyalurkan stok masker yang tersedia secara bertahap kepada warga. Mengingat ketersediaan logistik pelindung pernapasan di tingkat daerah cukup terbatas, koordinasi bersama pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah dilakukan guna mendatangkan bantuan pasokan masker dalam skala besar.(Adv)
- Penulis: Redaksi
