Tak Semua Wilayah Bisa Diasuransikan, DTPHP Kutim Tetap Dampingi Petani Rawan Banjir
- account_circle Redaksi Pojokdigital.co.id
- calendar_month Kam, 6 Nov 2025

Kutai Timur – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam memberikan perlindungan bagi petani melalui program asuransi pertanian masih menemui hambatan di lapangan. Meski program tersebut diharapkan mampu menjadi penyangga ekonomi petani ketika mengalami gagal panen, tidak semua wilayah bisa terakomodasi dalam skema asuransi yang disediakan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, menjelaskan bahwa beberapa kecamatan memiliki tingkat risiko banjir yang dinilai terlalu tinggi oleh pihak penyedia asuransi. Kondisi tersebut membuat petani di daerah tertentu belum dapat terdaftar dalam perlindungan asuransi.
“Khusus wilayah seperti Bengalon, sering kali tidak bisa diikutkan karena dinilai terlalu berisiko oleh pihak Jasindo,” ungkap Dyah.
Menyadari pentingnya perlindungan bagi petani, DTPHP Kutim tidak tinggal diam. Dyah menegaskan bahwa pemerintah tetap memberikan pendampingan dan membuka jalan agar petani yang berada di wilayah berisiko tetap bisa memperoleh dukungan. Pendampingan tersebut termasuk pemberian akses terhadap bantuan alternatif maupun program mitigasi bencana yang disiapkan pemerintah daerah.
“Kami tetap dampingi supaya petani tidak merasa ditinggalkan. Ada upaya lain untuk membantu mereka,” tegasnya.
Dyah berharap ke depan pemerintah pusat dapat menyusun kebijakan yang lebih fleksibel sehingga daerah dengan potensi bencana tinggi tetap memiliki peluang mendapatkan perlindungan asuransi. Dengan kebijakan yang lebih adaptif, ia meyakini keberlanjutan usaha pertanian akan lebih terjamin dan petani tidak lagi berada pada posisi rentan ketika cuaca ekstrem melanda.ADV
![]()
- Penulis: Redaksi Pojokdigital.co.id

